Malpraktik Pedagogi: Menggugat Metodologi "Turnamen" dan Cacat Epistemologis dalam Pendidikan Nasional Oleh: Erlan Semarsat, S.Pd. |Peneliti Independen Bekerja di Sekolah Formal Negeri (SMP Negeri 1 Kulisusu Utara, Kab. Buton Utara, Sulawesi Tenggara) - Ahli Pertama Guru Mapel ABSTRAK Artikel ini mengkritisi evolusi kurikulum nasional yang terjebak dalam paradigma "Bacon & Bean"—sebuah pendekatan kompetitif yang mengubah institusi pendidikan menjadi arena eliminasi. Dengan membedah cacat teoretis pada instrumen penilaian yang didominasi Lower Order Thinking Skills (LOTS) dan dampaknya terhadap Prefrontal Cortex siswa, kajian ini menyimpulkan bahwa sistem perankingan adalah bentuk kekerasan simbolik yang mencederai identitas diri dan potensi neuroplastisitas anak bangsa. 1. PENDAHULUAN Evolusi kurikulum di Indonesia, mulai dari era pasca-kemerdekaan hingga Kurikulum 2013 (K13), menyisakan anomali besar yang jarang terjamah kritik publik. D...
Komentar
Posting Komentar